Saat-saat Kematian Datang

Saat-saat Kematian Datang Assalamu'alaikum.wr.wb. Selamat pagi sobat blogger gimana kabarnya hari ini? mudah-mudahan sobat blogger semua berada dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin. Jika pada postingan sebelumnya kak Andy telah menulis  tentang  Kematian Tak Terelakkan kali ini kak Andy akan menulis tentang Saat-saat Kematian Datang. "Ya Allah, tulisan ini hamba niatkan sebagai ibadah kepada-Mu. Untuk itu hamba mohon ridho-Mu, dan jadikanlah tulisan ini dan apa yang hamba bagikan di blog ini bermanfaat bagi orang-orang yang memperoleh petunjuk dari-Mu. Aamiin."  buat sobat blogger selamat membaca, semoga bermanfaat.

Tempat, saat, dan penyebab kematian seseorang adalah bagian dari misteri kehidupan. Siapa pun, termasuk para nabi, tidak bisa memprediksi di mana dan pada usia berapa seseorang akan mati, Malaikat Izrail juga tidak mengetahui batas akhir usia manusia, kecuali setelah mendapat perintah dari Allah SWT untuk mencabut nyawa. Karenanya, janganlah percaya jika ada peramal yang berani mengatakan  secara pasti  mengenai hari, tanggal, dan jam kedatangan ajal seseorang. Ramalan tentang kematian seseorang adalah suatu kebohongan.


Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang mengetahui panjang pendek umur seseorang. Kalaulah ramalan mereka mendekati kenyataan, itu tak lebih dari sekedar suatu kebetulan. Sebab hanya Allah SWT yang berkuasa menentukan hidup, rezeki, jodoh, dan kematian mahluk ciptaan-Nya. Artinya, tidak ada seorang pun yang bisa mempercepat atau memperlambat datangnya kematian, Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an:

"Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya)."
(QS. Al-Hijr:15)

"...Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Fathir: 61)

"...Dan tidak dipanjangkan umur seseorang, dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah."
(QS. Fathir: 11)

Hal senada juga dikatakan dalam hadits sahih. Abdullah ra mengabarkan, bahwa suatu ketika Ummu Habibah, istri Nabi SAW berdoa,

"Ya Allah, panjangkanlah usiaku bersama-sama suamiku Rasulullah SAW, serta dengan ayahku abu Sofyan dan saudaraku Mu'awiyah."

Mendengar doa Ummu Habibah, Nabi Muhamad SAW bersabda,

"Engkau memohon ajal yang sudah pasti (tak dapat diubah). Memohon jumlah hari yang sudah ditetapkan hitungannya, serta rezeki yang sudah dibagi-bagi, yang tak dapat disegerakan sebelum tiba waktunya, dan tak dapat di mundurkan sedikitpun dari waktu yang telah ditetapkan semula. Seandainya engkau memohon kepada Allah Ta'ala perlindungan dari siksa neraka atau siksa kubur, itu lebih baik dan lebih bagus. " (HR. Muslim)


Kapankah kematian datang?

Sebagaimana telah kita ketahui, maut merenggut jiwa-jiwa manusia pada waktu yang berbeda-beda. Terkadang kematian membekap begitu saja janin yang masih dalam kandungan, sehingga ia tidak sempat menghirup udara dunia walau sedetik jua, Maut juga sering kali membawa pergi nyawa bayi-bayi yang baru berumur beberapa jam atau beberapa hari. Adakalanya anak-anak yang mulai beranjak remaja, dan para pemuda yang mulai menapak dewasa meninggal dunia secara tiba-tiba. Tanpa terserang penyakit apa-apa sebelumnya. Juga tidak ada musibah apa pun yang menimpanya.

Sebaliknya, banyak orang yang menderita sakit parah bertahun-tahun lamanya, diberi umur panjang, Padahal, mereka berharap segera berkalang tanah uantuk mengakhiri segala penderitaannya. Begitu pula orang-orang yang terlahir dalam kondisi cacat atau berpenyakit jiwa yang didoakan segera mati oleh keluarganya, juga diberi umur panjang, Bahkan di antara mereka banyak yang hidup hingga tua renta, walaupun memang tidak sedikit orang yang menghadapi sakaratul maut (naza') pada usia senja.

Bagi orang yang meninggal dunia pada usia senja, berarti ia telah menjalani dua tahapan kehidupan dengan sempurna:

  1. Selama dalam kandungan. Allah SWT berfirman, "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah, Lalu Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat (darah), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. "(QS. Al-Mu'minun: 12-14)
  2. Semasa menjalani hidup di dunia, mulai saat dilahirkan hingga hari tua, Allah berfirman, "...Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, lalu (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan smpai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya..." (QS. Al-Haj:5)
Itulah makna yang tersurat dalam firman Allah SWT, "Sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)." (QS. Al-Insyiqaq:19). Maksudnya adalah kehidupan manusia itu melalui beberapa masa atau tahapan, yakni:

  • Mulai dari setetes air mani (sperma)
  • Lalu menjadi sesuatu yang melekat
  • Lantas membeku menjadi segumpal daging
  • Hingga terbentuklah janin
  • Kemudian dilengkapi dengan roh, dan
  • Jika saatnya tiba, lahirlah si jabang bayi itu ke dunia.
Hak Allah SWT sepenuhnya untuk menorehkan takdir kematian seseorang, Karenanya, banyak orang yang sakit parah dan diprediksi oleh dokter hidupnya tinggal menghitung hari, ternyata tidak mati-mati, Sebaliknya, tidak sedikit manusia yang dalam kondisi segar bugar, tiada tampak lelah, tiba-tiba menggelepar meregang nyawa, meninggal dunia.

Itulah sebabnya, jika mendengar kabar kematian kerabat atau sahabat secara mendadak, tanpa didahului oleh sakit atau kecelakaan, banyak yang terpana tak percaya, "Ah, yang benar saja. Ia janji nanti malam mau main tenis sama saya." Teman kerjanya berkomentar, "Masa sih, padahal pulang dari kantor tadi  ia masih banyak canda dan tawa." Saudaranya pun penasaran,"Apa ia punya penyakit jantung? Tapi selama ini kok tidak menunjukkan gejala apa-apa." 

Bagi orang islam yang kuat imannya, jika mendengar kabar kematian, sudah seharusnya berkomentar sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur'an. Yakni mengucapkan: Innaalillaahi wa inna ilaihi rooji'un (segala sesuatu ini milik Allah dan akan kembali pada Allah).

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu'alaikum.wr.wb




1 Response to "Saat-saat Kematian Datang"