Hidup dan mati seseorang adalah kodrat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sebagai pencipta sekaligus penguasa tunggal alam semesta. Dia Mahakuasa untuk mengadakan atau meniadakan. Bagi-Nya menciptakan atau memusnahkan adalah perkara yang teramat sangat mudah. Sebab jika Dia menghendaki, tiada sesuatu pun yang mampu menghalangi. Diterangkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an:
"(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila dia hendak menetapkan (mencipktakan) sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!'. Maka jadilah sesuatu itu." (QS Al-Baqarah [2]: 117)
"...Sungguh Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki " (QS Hud [11]:107)
"Dialah Allah Yang Maha Menciptakan. Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa..."
(QS Al-Hasyr [59]:24)
Setiap mahluk hidup, baik jin maupun manusia dan tidak terkecuali para malaikat akan mati. Hanya waktu dan tempat serta cara menemui ajalnya yang berbeda-beda. Allah SWT telah menegaskan:
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati..." (QS Al-Anbiya [21]:35)
"Dimana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh..." (QS An-Nisa [4]:78)
"Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah." (QS Al-Waqi'ah [56]:60)
Kematian itu sendiri terjadi semata-mata atas izin Allah SWT. "Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah,sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya..." (QS Ali-Imran [3]:145)
Demikian pula segala musibah, apa pun wujudnya, terjadi atas izin-Nya. Karena itu, janganlah heran jika ada usaha mencelakakan seseorang tetapi terjadi kegagalan. Juga, usahlah takjub apabila ada seseorang yang selamat dari percobaan pembunuhan yang sudah dirancang dengan matang. Bukan berarti orang yang selamat itu sakti, melainkan karena semata-mata Allah SWT tidak mengizinkan. "Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah ..." (QS At-Tagabun [64]: 11)
Kalaulah usaha mencelakakan atau membunuh seseorang itu sukses, bukan berarti pelakunya berhasil. Tetapi memang begitulah takdir yang digariskan oleh-Nya. "Setiap bencana yang menimpa di Bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." (QS Al-Hadid [57]: 22)
Jadi, setiap mahluk hidup pada akhirnya mengalami mati. Begitu pula umat manusia, cepat atau lambat, suka atau tidak suka, akan sampai pada ajalnya. Dan jika maut sudah menjemput, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya. Tidak kecuali Malaikat. Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Munafiqun [63]:11).
Mudah-mudahan artikel yang saya tulis ini dapat menggugah hati para pembaca agar selalu ingat akan mati dan selalu bersiap-siap dan memperbanyak bekal untuk kembali ke kampung akhirat (kampung yang kekal abadi). Wallahu a'lam bishshawab.
"Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah." (QS Al-Waqi'ah [56]:60)
Kematian itu sendiri terjadi semata-mata atas izin Allah SWT. "Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah,sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya..." (QS Ali-Imran [3]:145)
Demikian pula segala musibah, apa pun wujudnya, terjadi atas izin-Nya. Karena itu, janganlah heran jika ada usaha mencelakakan seseorang tetapi terjadi kegagalan. Juga, usahlah takjub apabila ada seseorang yang selamat dari percobaan pembunuhan yang sudah dirancang dengan matang. Bukan berarti orang yang selamat itu sakti, melainkan karena semata-mata Allah SWT tidak mengizinkan. "Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah ..." (QS At-Tagabun [64]: 11)
Kalaulah usaha mencelakakan atau membunuh seseorang itu sukses, bukan berarti pelakunya berhasil. Tetapi memang begitulah takdir yang digariskan oleh-Nya. "Setiap bencana yang menimpa di Bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." (QS Al-Hadid [57]: 22)
Jadi, setiap mahluk hidup pada akhirnya mengalami mati. Begitu pula umat manusia, cepat atau lambat, suka atau tidak suka, akan sampai pada ajalnya. Dan jika maut sudah menjemput, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya. Tidak kecuali Malaikat. Ditegaskan dalam Al-Qur'an, "Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Munafiqun [63]:11).
Mudah-mudahan artikel yang saya tulis ini dapat menggugah hati para pembaca agar selalu ingat akan mati dan selalu bersiap-siap dan memperbanyak bekal untuk kembali ke kampung akhirat (kampung yang kekal abadi). Wallahu a'lam bishshawab.
0 Response to "Kematian Tak Terelakkan "
Posting Komentar