Perasaan takut bercampur sedih mewarnai hati seorang prajurit Perang Dunia 1 ketika dia melihat sahabat baiknya tumbang dalam pertempuran. Berada di dalam parit dan di bawah desingan peluru-peluru di atas kepalanya, dia meminta ijin kepada atasannya untuk dapat pergi ke depan membawa kembali temanya itu.
"Kamu boleh pergi," kata Sang Letnan, "tapi aku kira tak akan ada gunanya. Temanmu mungkin kini sudah mati dan mungkin saja nyawamu akan melayang." Nasihat atasannya itu bukanlah masalah baginya, dan dia kemudian bergegas maju ke depan untuk menjemput kembali temanya itu.
Ajaibnya dia dapat meraih tubuh Sang teman, memanggulnya dan masuk kembali ke dalam parit perlindungan. Sang atasan segera mengecek keadaan Sang prajurit yang terluka itu, dan kemudian berpaling melihat ke arah temannya.
"Sudah aku bilang tak akan ada gunanya," katanya. "Temanmu sudah meninggal dan kamu terluka
parah." "Tetap ada gunanya, pak," kata prajurit itu."Apa maksudmu ada gunanya?" kata Sang atasan.
"Temanmu telah meninggal," "Ya, pak" jawab prajurit itu. "Tetap ada gunanya karena ketika saya sampai
ke tempat dia tergeletak, dia masih hidup dan saya mendapatkan kepuasan ketika dia berkata, "JIM..., AKU TAHU KAMU AKAN DATANG."
(Ambil beberapa detik untuk memikirkan cerita ini dan kemudian lanjutkan membacanya)
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
Sesuatu dibilang berguna atau tidak tergantung pada bagaimana kita melihatnya. Kumpulkan semua keberanian Anda dan lakukan apa yang dikatakan oleh hati Anda sehingga Anda tidak akan menyesal nantinya karena tidak melakukannya. "Semoga kita semua dianugerahi TEMAN SEJATI."
"Teman sejati adalah teman yang berjalan masuk, ketika yang lain berjalan keluar."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "Teman Sejati"
Posting Komentar